HAMBATAN KEMAMPUAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA 2 TAHUN DALAM BERHUBUNGAN DENGAN LINGKUNGAN SEKITAR
DOI:
https://doi.org/10.58917/aijes.v5i1.639Kata Kunci:
Anak Usia 2 Tahun, Hambatan Sosial Emosional, Perkembangan Sosial EmosionalAbstrak
Perkembangan sosial emosional termasuk fondasi penting untuk membentuk kemampuan interaksi, regulasi emosi, dan penyesuaian diri di lingkungan sosial bagi anak usia dini. Akan tetapi, kajian empiris yang secara khusus mengkaji hambatan perkembangan sosial emosional pada anak usia 2 tahun masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk hambatan perkembangan sosial emosional serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus terhadap satu anak laki-laki usia 2 tahun di Desa Tawangrejo, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi nonpartisipan, wawancara mendalam dengan orang tua, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan analisis tematik dengan teknik triangulasi data. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa anak mengalami hambatan sosial emosional yang ditandai dengan perilaku menarik diri, kecemasan dalam situasi sosial, serta keterbatasan interaksi dengan teman sebaya. Anak menunjukkan kemampuan sosial yang lebih baik ketika berinteraksi dengan teman yang lebih dewasa. Hambatan dipengaruhi oleh pola pengasuhan yang cenderung protektif, terbatasnya kesempatan bersosialisasi, pengalaman traumatis, serta faktor keturunan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perkembangan sosial emosional anak dipengaruhi oleh keterkaitan antara faktor dari dalam diri anak dan faktor yang berasal dari lingkungan sekitarnya, sehingga diperlukan pengasuhan yang seimbang dan lingkungan yang suportif.
Referensi
Dzakia, S. N., & Maemonah, M. (2023). Hirarki kebutuhan maslow: Pengasuhan anak usia dini di daerah perdesaan dan perkotaan. AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak, 9 (2), 44-56. doi: 10.24235/awlady.v9i2.14273
Henawati, E., Fitri, S. R. A., & Milah, S. (2025). Stimulasi perkembangan sosial emosional anak usia dini melalui kegiatan finger painting berbasis kolaborasi guru dan orang tua. Arunika Widya: Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah, 1 (2), 1-13. doi: 10.59966/arunikawidya.v1i2.142
Indanah, I., & Yulisetyaningrum, Y. (2019). Perkembangan sosial emosional anak usia pra sekolah. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan, 10 (1), 221-228. doi: 10.26751/jikk.v10i1.645
Jafri, Y., & Ovari, I. (2018). Socialization stimulation progression with socialization development on pre school children age 36 – 47 months. Indonesian Nursing Journal of Education and Clinic (INJEC), 2 (2), 198-204. doi: 10.24990/injec.v2i2.32
Khamim, N. (2021). Perkembangan kepribadian anak dengan pola asuh permisif, over protektif dan otoritatif. Journal of Education and Religious Studies, 1 (01), 27–34. doi: 10.57060/jers.v1i01.6
Khoiruddin, M. A. (2018). Perkembangan anak ditinjau dari kemampuan sosial emosional. Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman, 29 (2), 425-438. doi: 10.33367/tribakti.v29i2.624
Khusniyah, N. L. (2018). Peran orang tua sebagai pembentuk emosional sosial anak. QAWWAM, 12 (1), 87–101. doi: 10.20414/qawwam.v12i1.782
Mayar, F. (2013). Perkembangan sosial anak usia dini sebagai bibit untuk masa depan bangsa. Al-Ta lim Journal, 20 (3), 459–464. doi: 10.15548/jt.v20i3.43
Morissan. (2019). Riset Kualitatif. Jakarta: Kencana.
Nastiti, M. F., & Hanif, M. (2024). Peran guru bimbingan konseling dalam mendukung pemulihan siswa yang mengalami trauma psikologis. JIPP: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi, 2 (3), 117-121. doi: 10.61116/jipp.v2i3.323
Nurmalitasari, F. (2015). Perkembangan sosial emosi pada anak usia prasekolah. Buletin Psikologi, 23 (2), 103-111. doi: 10.22146/bpsi.10567
Putra, A. (2024). Dampak peran orang tua terhadap perkembangan sosial dan emosional anak. Psikologi, 1 (4), 1-14. Retrieved from https://circle-archive.com/index.php/carc/article/view/64/62
Rozali, Y. A. (2022). Penggunaan analisis konten dan analisis tematik. Forum Ilmiah, 19 (1), 68-76. Retrieved from https://digilib.esaunggul.ac.id/public/UEU-Journal-23187-11_2247.pdf
Safitri, A., & Roesminingsih, M. V. (2023). Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini 2-4 Tahun pada Keluarga Dengan Pola Asuh Permisif di Desa Papar Kecamatan Papar Kabupaten Kediri. J+PLUS: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah, 12 (2), 80-88. Retrieved from https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-luar-sekolah/article/view/53830/42911.
Salsabila, N., Sianturi, R., Ramjani, A. A., & Ayulia, D. (2025). Hubungan dan pengaruh ibu karir terhadap stimulasi sosial emosional pada anak usia dini melalui permainan peran edukatif. Ar-Raihanah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 5 (1), 10–15. doi: 10.53398/arraihanah.v5i1.618
Siful, M., & Wahidah, F. (2025). Pengembangan Pembelajaran Responsif Anak: Transformasi Pembentukan Sosial Emosional AUD sebagai Solusi Holistik di RA Darul Ulum. JOECES: Journal of Early Childhood Education Studies, 2 (2), 489-501. Retrieved from https://journal.stai-ypbwi.ac.id/index.php/JOECES/article/view/486
UNICEF. (n.d.). Perkembangan Bayi Pada Usia 2 Tahun. Retrieved from https://www.unicef.org/indonesia/id/kampung-pengasuhan/perkembangan-bayi-pada-usia-2-tahun.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Tutut Noviana, Iryana Puruhitasari, Mella Nanda Nurohmah

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.




















