MODEL ASESMEN INKLUSIF BERBASIS KEARIFAN LOKAL MINANGKABAU DALAM EVALUASI PEMBELAJARAN PAI
DOI:
https://doi.org/10.58917/aijes.v5i1.603Kata Kunci:
Asesmen Inklusif, Evaluasi Pembelajaran PAI, Kearifan Lokal Minangkabau, Model Asesmen PAI, Pendidikan InklusifAbstrak
Penelitian ini bertujuan mengembangkan model asesmen inklusif berbasis kearifan lokal Minangkabau dalam evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di madrasah Bukittinggi. Penelitian ini menjawab kesenjangan antara pendekatan asesmen standar dengan kebutuhan evaluasi yang responsif budaya dan mengakomodasi keberagaman kemampuan siswa. Menggunakan pendekatan research and development dengan tahapan analisis kebutuhan melalui studi pendahuluan, desain model berdasarkan kajian literatur dan nilai kearifan lokal, validasi ahli melibatkan pakar pendidikan Islam dan budaya Minangkabau, serta uji coba terbatas di 12 madrasah, penelitian ini mengintegrasikan nilai filosofis Minangkabau Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) ke dalam kerangka asesmen inklusif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru dan kepala madrasah, focus group discussion dengan praktisi pendidikan, observasi kelas terstruktur, dan analisis dokumen kurikulum serta instrumen asesmen yang melibatkan 45 guru PAI di 12 madrasah di Bukittinggi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif untuk menggambarkan implementasi asesmen inklusif, analisis konten untuk mengidentifikasi nilai-nilai kearifan lokal yang relevan, dan triangulasi data untuk memastikan validitas temuan. Temuan menunjukkan bahwa integrasi nilai Minangkabau seperti musyawarah, kato nan ampek, dan jo mufakat secara signifikan meningkatkan inklusivitas dan relevansi budaya asesmen. Model yang dikembangkan terbukti efektif mengakomodasi siswa dengan kebutuhan belajar beragam sambil mempertahankan koneksi autentik dengan konteks budaya lokal. Penelitian ini berkontribusi pada literatur asesmen pendidikan dengan menyediakan bukti empiris tentang praktik asesmen inklusif berbasis budaya dalam setting pendidikan Islam.
Referensi
Abdullah, R. (2019). Integrasi Nilai Kearifan Lokal Minangkabau dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Jurnal Pendidikan Islam, 2(8), 145–162.
Ainscow, M., & Sandill, A. (n.d.). Developing Inclusive Education Systems: The Role of Organisational Cultures and Leadership. International Journal of Inclusive Education, 4(14), 401–416. https://doi.org/10.1080/13603110802504903
Arikunto, S. (2011). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Rineka Cipta.
Arikunto, S., & Jabar, C. S. A. (2014). Evaluasi Program Pendidikan: Pedoman Teoritis Praktis Bagi Mahasiswa dan Praktisi Pendidikan. Bumi Aksara.
Efendi, M. (2018). Pengantar Psikopedagogik Anak Berkelainan. Bumi Aksara.
Graves, S. L. (2016). Culturally Responsive Educational Assessment. Routledge.
Hakiki, K. M. (2015). Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah: Penerapan dan Pertentangannya dalam Kehidupan Sosial Masyarakat Minangkabau. Jurnal Fuaduna, 1(9), 17–32.
Hamdayana, J. (2016). Metodologi Pengajaran. PT Bumi Aksara.
Ilahi, M. T. (2016). Pendidikan Inklusif: Konsep dan Aplikasi. Ar-Ruzz Media.
Kementerian Agama RI. (2019). Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 183 Tahun 2019 Tentang Kurikulum PAI dan Bahasa Arab Pada Madrasah. Kementerian Agama RI.
Majid, A. (2017). Penilaian Autentik Proses dan Hasil Belajar. Remaja Rosdakarya.
Mulyadi, M., & Wekke, I. S. (2020). Local Wisdom-Based Character Education Model in Islamic Boarding Schools. International Journal of Innovation, Creativity and Change, 11(11), 452–468.
Navis, A. A. (2016). Alam Takambang Jadi Guru: Adat dan Kebudayaan Minangkabau. Grafiti Press.
Purwanto, N. (2014). Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Remaja Rosdakarya.
Rosyada, D. (2020). Madrasah dan Profesionalisme Guru Dalam Arus Dinamika Pendidikan Islam di Era Otonomi Daerah. Kencana.
Salim, A. (2018). Pendidikan Inklusif Berbasis Kearifan Lokal dalam Membentuk Karakter Siswa. Jurnal Pendidikan Karakter, 1(8), 75–89.
Syafril, & Zen, Z. (n.d.). Islamic Education in Minangkabau: The Role of Surau in Character Building. Ta’dib: Journal of Islamic Education, 1(25), 27–38. https://doi.org/10.19109/tjie.v25i1.5301
Tilaar, H. A. R. (2015). Pedagogik Teoritis Untuk Indonesia. Kompas Media Nusantara.
Uno, H. B., & Koni, S. (2014). Assessment Pembelajaran. Bumi Aksara.
Wardani, I. G. A. K., & Kasim, D. S. (2019). Implementasi Pendidikan Inklusif di Madrasah. Jurnal Pendidikan Inklusif, 2(2), 112–125.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Miftahul Husna Zain, Zulfani Sesmiarni

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.




















