SEKOLAH SEBAGAI RUANG ADAPTASI SOSIAL BAGI GENERASI DIGITAL

Penulis

  • Yarhami Fadillah UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Indonesia
  • Miftahul Husna Zain UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Indonesia
  • Muhiddinur Kamal UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58917/aijes.v5i1.590

Kata Kunci:

Adaptasi Sosial, Generasi Digital, Literasi Digital, Pendidikan Karakter, Sekolah

Abstrak

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan terhadap pola interaksi sosial dan proses pendidikan di era modern. Sekolah, sebagai lembaga sosial dan pendidikan formal, memiliki peran strategis dalam membantu peserta didik menyesuaikan diri dengan dinamika masyarakat digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi sekolah sebagai ruang adaptasi sosial bagi generasi digital serta mengidentifikasi strategi pembelajaran yang mampu menyeimbangkan kemampuan sosial dan literasi digital siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif, menggunakan jurnal-jurnal ilmiah, artikel akademik, buku teks, dan dokumen kebijakan pendidikan yang diterbitkan antara tahun 2010-2023 dari basis data bereputasi seperti Google Scholar, ERIC, dan JSTOR. Analisis data dilakukan melalui content analysis yang melibatkan identifikasi, kategorisasi, dan sintesis tematik terhadap konsep-konsep kunci terkait adaptasi sosial di era digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa sekolah berperan sebagai media transisi sosial bagi peserta didik dari interaksi tradisional menuju interaksi digital yang lebih kompleks. Contoh konkret integrasi meliputi penerapan program kewargaan digital (digital citizenship), proyek pembelajaran kolaboratif berbasis teknologi, dan pendidikan karakter yang diintegrasikan dengan etika digital. Proses adaptasi sosial di sekolah mencakup penguatan karakter, etika digital, kolaborasi virtual, serta pembelajaran berbasis teknologi yang berorientasi pada pengembangan empati dan tanggung jawab sosial. Dengan demikian, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai laboratorium sosial yang mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan kehidupan di era digital. Kajian ini menegaskan pentingnya integrasi nilai-nilai sosial dan keterampilan digital dalam kurikulum sekolah untuk membentuk generasi yang cerdas, beretika, dan adaptif terhadap perubahan teknologi.

Referensi

Agus Setiawan. (2021). Dampak Teknologi terhadap Interaksi Sosial Siswa di Sekolah. Jurnal Sosioteknologi Pendidikan, 2(9), 88–97.

Albert Bandura. (1977). Social Learning Theory. Englewood Cliffs.

Albert Bandura. (2001). Social Cognitive Theory of Mass Communication. Media Psychology.

Alexander J. A. M. Van Deursen & Jan A. G. M. van Dijk. (2014). Digital Skills: Unlocking the Information Society. Palgrave Macmillan.

Daniel Goleman. (1995). Emotional Intelligence: Why It Can Matter More Than IQ. Bantam Books.

David W. Johnson & Roger T. Johnson. (1989). Cooperation and Competition: Theory and Research. Interaction Book Company.

Dian Rahmawati. (2020). Pendidikan Karakter di Era Digital: Tantangan dan Strategi. Jurnal Pendidikan Nasional, 3(12), 45–57.

Don Tapscott. (2009). Grown Up Digital: How the Net Generation is Changing Your World. McGraw-Hill.

Émile Durkheim. (1956). Education and Sociology. Free Press.

Francis Fukuyama. (2018). Society 5.0 and Human-Centered Innovation. Keidanren Press.

H. A. R. Tilaar. (2012). Perubahan Sosial dan Pendidikan: Pengantar Pedagogik Transformatif untuk Indonesia. Grasindo.

Kemendikbudristek. (2022). Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar. Kemdikbudristek RI.

Kemendikbudristek. (2023). Transformasi Digital dan Sekolah Penggerak. Kemendikbudristek RI.

Lev S. Vygotsky. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Harvard University Press.

Manuel Castells. (2010). The Rise of the Network Society. Wiley-Blackwell.

Marc Prensky. (2001). Digital Natives, Digital Immigrants. On the Horizon, 9(5), 1–6.

Mark Warschauer. (2003). Technology and Social Inclusion: Rethinking the Digital Divide. MIT Press.

Maryellen Weimer. (2013). Learner-Centered Teaching: Five Key Changes to Practice (2nd ed.). Jossey-Bass.

Mike Ribble. (2015). Digital Citizenship in Schools: Nine Elements All Students Should Know (3rd ed.). International Society for Technology in Education.

Muhammad Alwan. (2022). Membangun Kemampuan Critical Thinking Pada Generasi Digital. Jurnal AL-Muta’aliyah, 2(2), 45–62.

OECD. (2019). PISA 2018 Results: What Students Know and Can Do. OECD Publishing.

Paul Gilster. (1997). Digital Literacy. Wiley.

Pierre Dillenbourg. (1999). Collaborative Learning: Cognitive and Computational Approaches. Pergamon.

Punya Mishra & Matthew J. Koehler. (2006). Technological Pedagogical Content Knowledge: A Framework for Teacher Knowledge. Teachers College Record, 6(108), 1017–1054.

Rulli Nasrullah. (2020). Media Sosial: Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi. Simbiosa Rekatama Media.

Sherry Turkle. (2011). Alone Together: Why We Expect More from Technology and Less from Each Other. Basic Books.

Talcott Parsons. (1951). The Social System. Free Press.

Thomas Lickona. (2013). Character Matters: How to Help Our Children Develop Good Judgment, Integrity, and Other Essential Virtues. Simon & Schuster.

UNESCO. (2019). Education in a Digital World: Learning for Sustainable Societies. UNESCO Publishing.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-31

Cara Mengutip

Fadillah, Y., Zain, M. H., & Kamal, M. (2025). SEKOLAH SEBAGAI RUANG ADAPTASI SOSIAL BAGI GENERASI DIGITAL. Al-Irsyad: Journal of Education Science, 5(1), 443–454. https://doi.org/10.58917/aijes.v5i1.590

Terbitan

Bagian

Artikel