Al-Irsyad Journal of Physics Education
https://ejurnal.stkipddipinrang.ac.id/index.php/wjpe
<p><strong>Al-Irsyad Journal of Physics Education (IJPE)</strong></p> <p><strong>Editor in Chief: <a title="Google Scholar" href="https://scholar.google.com/citations?user=64qHLLgAAAAJ&hl=id" target="_blank" rel="noopener">Ihfa Indira Nurnaifah</a><br />DOI: </strong><a title="DOI Jurnal" href="https://doi.org/10.58917/ijpe" target="_blank" rel="noopener">10.58917/ijpe</a><br /><strong>Indexed By: </strong><em><a title="SK Akreditasi Tahap 1 2025" href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/14804" target="_blank" rel="noopener">SINTA 5</a> <a title="GS" href="https://scholar.google.com/citations?user=Dzp9F4UAAAAJ&hl=id" target="_blank" rel="noopener">Google Scholar</a>, <a title="GRD" href="https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/journal/view/29106" target="_blank" rel="noopener">Garuda</a>, <a title="ICI" href="https://journals.indexcopernicus.com/search/details?id=125863" target="_blank" rel="noopener">ICI Copernicus</a>, <a title="RG" href="https://www.researchgate.net/journal/Al-Irsyad-Journal-of-Physics-Education-2828-0849?_tp=eyJjb250ZXh0Ijp7ImZpcnN0UGFnZSI6InByb2ZpbGUiLCJwYWdlIjoicHVibGljYXRpb24iLCJwcmV2aW91c1BhZ2UiOiJwcm9maWxlIn19" target="_blank" rel="noopener">ResearchGate</a>, and <a title="CFF" href="https://search.crossref.org/?q=10.58917%2Fijpe&from_ui=yes" target="_blank" rel="noopener">Crossref</a></em></p> <p>Jurnal ini dikelola oleh STKIP Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang. <strong>IJPE</strong> memuat tulisan artikel Ilmu Pendidikan Fisika baik tulisan dari hasil penelitian maupun tulisan studi kepustakaan. Jurnal ini diterbitkan secara berkala sebanyak dua kali dalam setahun yaitu bulan Januari dan Juli. Jurnal ini bereputasi nasional, terakreditasi Sinta 5 dengan <strong>E-ISSN: <a title="eissn" href="https://portal.issn.org/api/search?search[]=MUST=allissnbis=%222828-0849%22&search_id=28790243" target="_blank" rel="noopener">2828-0849</a></strong> dan <strong>P-ISSN: <a title="pissn" href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2828-5476" target="_blank" rel="noopener">2828-5476</a>.</strong></p> <p><em>This journal is managed by STKIP Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang. <strong>IJPE</strong> contains articles on Physics Education, both writings from research results and literature study writings. This journal is published regularly twice a year, namely January and July. The journal is of national repute and Sinta 5 accredited with E-ISSN: <strong><a title="eissn" href="https://portal.issn.org/api/search?search[]=MUST=allissnbis=%222828-0849%22&search_id=28790243" target="_blank" rel="noopener">2828-0849</a></strong> and P-ISSN: <strong><a title="pissn" href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2828-5476" target="_blank" rel="noopener">2828-5476</a></strong>.</em></p>Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrangid-IDAl-Irsyad Journal of Physics Education2828-5476PERBANDINGAN PERTUMBUHAN TANAMAN HIDROPONIK PAKCOY PADA SINAR MATAHARI DAN LAMPU LED TENAGA SURYA
https://ejurnal.stkipddipinrang.ac.id/index.php/wjpe/article/view/794
<p>Penanaman hidroponik membutuhkan pengaturan lingkungan yang optimal, terutama dalam hal pencahayaan, untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Cahaya berperan sebagai sumber energi utama dalam proses fotosintesis yang mempengaruhi pertumbuhan vegetatif tumbuhan. Studi ini bertujuan membandingkan perkembangan tanaman pakcoy (Brassica rapa L.) dalam sistem hidroponik dengan paparan sinar matahari langsung dan lampu LED bertenaga surya. Penelitian menggunakan desain eksperimen perbandingan dengan dua perlakuan selama 7 hari pengamatan. Parameter yang diobservasi terdiri dari panjang batang, panjang akar, panjang daun, lebar daun, dan total daun. Hasil menunjukkan bahwa tanaman yang terpapar sinar matahari langsung memiliki pertumbuhan yang lebih stabil dan umumnya lebih tinggi pada sebagian besar parameter dibandingkan tanaman yang mendapatkan cahaya dari lampu LED solar. Kombinasi spektrum cahaya alami dan intensitas sinar matahari yang lebih baik diduga dapat meningkatkan efisiensi fotosintesis. Meski lampu LED tenaga surya masih mendukung pertumbuhan, kinerjanya lebih rendah dibandingkan dengan cahaya alami. Penelitian ini mengindikasikan bahwa sinar matahari tetap menjadi sumber penerangan yang paling efisien untuk budidaya hidroponik pakcoy, sedangkan sistem LED tenaga surya bisa menjadi pilihan dalam situasi kurangnya cahaya matahari</p>Rizka NurulEda Devi ArdiniRehsi Amelia DewantiMuslimah Susilayati
Hak Cipta (c) 2026 Rizka Nurul, Eda Devi Ardini, Rehsi Amelia Dewanti, Muslimah Susilayati
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-052026-06-055214115510.58917/ijpe.v5i2.794PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN SIMULASI PhET TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA PADA MATERI FLUIDA STATIS
https://ejurnal.stkipddipinrang.ac.id/index.php/wjpe/article/view/805
<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan berpikir kritis (KBK) siswa serta belum optimalnya pembelajaran yang berpusat pada siswa. Penelitian terdahulu umumnya membandingkan <em>Problem Based Learning</em> (PBL) berbantuan simulasi <em>Physics Education Technology</em> (PhET) dengan <em>Direct Instruction</em> (DI) atau PBL dengan DI, sedangkan penelitian yang membandingkan PBL berbantuan PhET, PBL, dan DI secara bersamaan dengan mengontrol kemampuan awal siswa masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model PBL berbantuan simulasi PhET terhadap KBK pada materi Fluida Statis dengan mengontrol kemampuan awal sebagai variabel kovariat. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan desain <em>one-way pretest-posttest nonequivalent control group</em> yang melibatkan 101 siswa kelas XI SMA Negeri 1 Singaraja yang dibagi ke dalam tiga kelompok, yaitu PBL berbantuan PhET, PBL, dan DI. Instrumen yang digunakan berupa tes esai KBK pada materi Fluida Statis, sedangkan data dianalisis menggunakan analisis kovarian (ANCOVA) dan uji lanjut LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata KBK tertinggi diperoleh kelompok PBL berbantuan PhET (73,1), diikuti PBL (64,8), dan DI (52,0). Analisis kovarian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar kelompok (p < 0,05) serta pengaruh signifikan kemampuan awal terhadap hasil akhir. Uji lanjut LSD menunjukkan bahwa kelompok PBL berbantuan PhET memiliki hasil yang berbeda signifikan dibandingkan kelompok PBL dan DI. Dengan demikian, model PBL berbantuan PhET lebih efektif dalam meningkatkan KBK siswa dibandingkan model PBL dan DI.</p>Pande Made Laksmi Puja RastitiRai SujanemIna Yuliana
Hak Cipta (c) 2026 Pande Made Laksmi Puja Rastiti, Rai Sujanem, Ina Yuliana
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-252026-06-255215616710.58917/ijpe.v5i2.805ANALISIS KOMPARATIF KUALITAS UMPAN BALIK CHATGPT DAN DEEPSEEK TERHADAP JAWABAN KONTEKSTUAL SISWA PADA KONSEP OPTIK FISIKA
https://ejurnal.stkipddipinrang.ac.id/index.php/wjpe/article/view/839
<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan kualitas umpan balik ChatGPT 5.5 dan DeepSeek V4 terhadap jawaban kontekstual siswa pada konsep optik fisika. Penelitian menggunakan pendekatan campuran dengan desain explanatory sequential. Data diperoleh dari 20 siswa yang mengerjakan enam soal kontekstual optik fisika. Setiap jawaban siswa diberi umpan balik oleh ChatGPT 5.5 dan DeepSeek V4 sehingga diperoleh 240 unit umpan balik AI. Kualitas umpan balik dinilai berdasarkan empat indikator, yaitu akurasi ilmiah, kedalaman penjelasan, relevansi terhadap konteks jawaban siswa, dan kejelasan bahasa. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, dan Wilcoxon Signed-Rank Test, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui telaah isi umpan balik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ChatGPT 5.5 memperoleh mean total 15,31 atau 95,68%, sedangkan DeepSeek V4 memperoleh mean total 14,68 atau 91,77%. Keduanya berada pada kategori sangat baik. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan pada akurasi ilmiah, kedalaman penjelasan, relevansi terhadap konteks jawaban siswa, dan total skor, sedangkan kejelasan bahasa tidak berbeda signifikan. Analisis kualitatif menunjukkan bahwa ChatGPT 5.5 lebih stabil dalam memberikan koreksi konseptual yang akurat, mendalam, dan relevan, sedangkan DeepSeek V4 tetap kuat pada kejelasan bahasa tetapi lebih bervariasi pada substansi isi. Dengan demikian, perbedaan utama kedua model terletak pada kualitas isi umpan balik, bukan pada aspek kebahasaan. Temuan ini memberikan bukti empiris bahwa ChatGPT 5.5 lebih unggul dalam menghasilkan umpan balik yang akurat, mendalam, dan sesuai dengan konteks jawaban siswa, sedangkan DeepSeek V4 menunjukkan performa yang kompetitif terutama pada aspek kejelasan bahasa. Hasil penelitian ini dapat menjadi pertimbangan bagi pendidik dalam memilih dan memanfaatkan AI generatif sebagai pendukung asesmen formatif pada pembelajaran fisika.</p>Siti Faitul HidayahMiftah MiftahI Komang WerdhianaGustina Gustina
Hak Cipta (c) 2026 Siti Faitul Hidayah, Miftah Miftah, I Komang Werdhiana, Gustina Gustina
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-06-252026-06-255216817710.58917/ijpe.v5i2.839RANCANG BANGUN PERANGKAT PENGUSIR HAMA BERBASIS IoT MENGGUNAKAN SENSOR PIR DAN BUZZER SEBAGAI SOLUSI DARI MASALAH PERTANIAN
https://ejurnal.stkipddipinrang.ac.id/index.php/wjpe/article/view/728
<p>Sektor pertanian merupakan salah satu sektor vital yang menunjang perekonomian. Bagi sebagian besar penduduk yang tinggal di pedesaan, sektor ini merupakan mata pencaharian utama. Bahkan, hampir separuh penduduk Indonesia menggantungkan penghasilan mereka pada sektor pertanian. Selain sebagai mata pencaharian, hasil pertanian juga dianggap sebagai investasi berharga yang mendukung perekonomian keluarga dan menjadi andalan ketahanan pangan nasional dalam jumlah besar. Namun, produktivitasnya seringkali terganggu oleh serangan hama, yang berdampak pada menurunnya hasil panen bahkan hingga berpotensi gagal panen. Metode pengendalian hama konvensional sering melibatkan bahan kimia yang merusak lingkungan, sementara metode manual memerlukan kehadiran fisik petani di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun prototipe perangkat pengusir hama otomatis berbasis <em>Internet of Things</em> (IoT) menggunakan mikrokontroler ESP32,<em> Sensor Passive Infrared</em> (PIR), dan <em>Buzzer</em> sebagai aktuator utama. Sensor PIR mendeteksi pergerakan hama, memicu ESP32 untuk mengaktifkan buzzer yang menghasilkan gelombang suara sebagai pengusir. Sistem IoT memungkinkan pemantauan dan kontrol jarak jauh melalui aplikasi smartphone, memberikan solusi efisien dan <em>eco-friendly</em> untuk masalah pertanian. Hasil pengujian fungsionalitas menunjukkan perangkat bekerja sesuai alur logika yang dirancang. Pengujian sirkuit dilakukan menggunakan simulator Wokwi , sedangkan pengujian performa sensor PIR di lapangan menunjukkan tingkat keberhasilan pengiriman data ke platform <em>Blynk</em> mencapai 100% pada kondisi jaringan Wi-Fi yang stabil. Secara kuantitatif, sensor PIR memiliki performa deteksi optimal pada radius jangkauan 3 hingga 5 meter dengan cakupan sudut lebar hingga 45<sup>0</sup> , dan batas radius deteksi efektif maksimal berada pada rentang 5–7 meter. Keunikan penelitian ini dibanding penelitian sebelumnya terletak pada integrasi platform <em>Blynk</em> yang mampu menampilkan visualisasi biner status hama sekaligus data numerik jarak deteksi objek secara<em> real-time.</em> Selain itu, perangkat ini dikemas dalam kotak proteksi portabel bertenaga powerbank dengan desain pintu maintenance yang adaptif, sehingga sangat efisien untuk ditempatkan langsung di titik-titik strategis area persawahan tanpa ketergantungan pada listrik AC.</p>Varona MaharaniSalysa Eka NabillaAzizahtul Mar’atus SolihaKelvin ApriantoArini Rosa SinensisThoha Firdaus
Hak Cipta (c) 2025 Varona Maharani, Salysa Eka Nabilla, Azizahtul Mar’atus Soliha, Kelvin Aprianto, Arini Rosa Sinensis, Thoha Firdaus
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-07-132026-07-135217818410.58917/ijpe.v5i1.728